Mitos Dada Tupai dan Kebenaran Membosankan di Balik Nama Chestnut

Teori bahwa Chestnut dinamai karena tupai memegangnya di depan dada adalah imajinasi yang indah tapi salah total. Faktanya, nama ini adalah hasil evolusi membosankan dari bahasa Yunani Kuno yang merujuk pada sebuah kota, bukan anatomi tubuh hewan pengerat.

Anda memiliki teori yang sangat imut. Chestnut disebut demikian karena tupai sering memeluk kacang itu di depan dada (chest) mereka. Masuk akal? Secara visual, ya. Secara sejarah bahasa, sama sekali tidak.

Faktanya, kata "Chest" pada Chestnut tidak ada hubungannya dengan anatomi tubuh, baik tubuh manusia maupun tubuh hewan pengerat.


Evolusi Bahasa yang Malas

Asal usul katanya sebenarnya jauh lebih membosankan daripada imajinasi Anda.

Kata ini berasal dari Bahasa Inggris Kuno "Chesten". Kata chesten ini diambil dari Bahasa Prancis Kuno "Chastaigne", yang diambil dari Bahasa Latin "Castanea", yang berakar dari Bahasa Yunani "Kastaneia".

Jadi, perjalanannya adalah:

Kastaneia → Castanea → Chesten → Chestnut.

Lama-kelamaan, lidah orang Inggris yang malas membuang akhiran "-en" dan menggabungkannya dengan kata "nut" (kacang) menjadi Chestnut.

Kenapa Kastaneia?

Orang Yunani Kuno menamainya demikian kemungkinan besar merujuk pada kota Kastanea di Thessaly, tempat pohon-pohon ini tumbuh subur. Jadi, ini adalah nama geografis, bukan nama posisi makan tupai.

Kesimpulan

Tupai memang suka memegang kacang di depan dada, tapi itu murni kebetulan. Jika teori Anda benar, mungkin kita juga akan punya kacang bernama Mouthnut atau Pawsnut.