Ketika Fiona Gallagher Memutuskan untuk Tidak Lagi Menjadi Babu Keluarga
Shameless tanpa Fiona seperti tubuh ayam tanpa kepala yang masih berlari. Kenapa dia pergi? Jawabannya adalah campuran antara perjuangan kesetaraan gaji dan kelelahan mengurus keluarga fiktif yang tidak tahu terima kasih.
Selama 9 musim, Shameless bukanlah cerita tentang Frank Gallagher. Kita semua tahu itu. Frank hanyalah kecoa yang menolak mati di tengah nuklir kemiskinan.
Hati, jiwa, dan tulang punggung dari serial itu adalah Fiona Gallagher (Emma Rossum). Dia adalah kakak tertua yang dipaksa keadaan menjadi ibu, ayah, dan ATM berjalan bagi adik-adiknya yang kacau balau.
Lalu di akhir Musim 9 (2019), dia memutuskan untuk pergi. Dan seperti rumah kartu yang ditiup angin, Shameless tidak pernah sama lagi setelahnya. Kenapa dia pergi?
1. Perang Dingin Soal Gaji (The Pay Gap)
Sebelum dia angkat kaki, terjadi drama besar di balik layar. Selama bertahun-tahun, William H. Macy (Frank) dibayar jauh lebih tinggi daripada Emma Rossum. Alasannya klasik Hollywood: Macy punya nominasi Oscar.
Tapi Emma melawan. Argumennya sangat logis:
"Saya tampil di layar lebih sering, cerita berpusat pada saya, dan saya yang bekerja paling keras di set syuting."
Dia tidak hanya minta gaji disamakan. Dia minta gaji lebih tinggi untuk menutupi kekurangan bayar di tahun-tahun sebelumnya. Dia menang. Studio setuju. Tapi mungkin, pertarungan itu meninggalkan rasa pahit.
2. Sembilan Tahun Adalah Waktu yang Lama
Bayangkan memerankan karakter yang hidupnya menderita, miskin, menangis, dan stres selama hampir satu dekade. Itu melelahkan secara mental.
Emma Rossum resmi mengatakan bahwa dia ingin "melebarkan sayap". Dia merasa cerita Fiona sudah selesai: Fiona berhasil keluar dari kemiskinan, investasi properti, dan pergi mengejar kebahagiaannya sendiri.
3. Kenapa Dia Tidak Kembali di Ending?
Di episode terakhir Shameless (Season 11), keluarga Gallagher berkumpul, tapi Fiona tidak ada. Alasannya satu kata: COVID-19.
Saat syuting final season, dunia sedang lockdown. Emma Rossum tinggal di New York dan sedang hamil, sementara syuting di Los Angeles. Protokol karantina membuat jadwalnya bentrok dan tidak memungkinkan dia terbang hanya untuk cameo.
Kesimpulan: Rumah yang Kosong
Sepeninggal Fiona, Shameless kehilangan arah. Debbie mencoba menggantikan peran Fiona tapi malah menyebalkan. Lip terjebak masalahnya sendiri.
Emma Rossum pergi untuk membuktikan nilai pasarnya. Dan Shameless membuktikan satu hal: Tanpa Fiona, mereka hanyalah sekumpulan orang gila tanpa penjaga.